Obat.
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengarnya? Dosis, apotek, rumah sakit, atau
dokter? Seperti kita tahu bahwa obat dikonsumsi untuk mengurangi rasa sakit
(fisik). Namun, bukan obat seperti itu yang akan saya bahas kali ini.
Sebelum
menjelaskan lebih jauh, mari kita simak dulu percakapan Anna dan Jon.
Jon:
Josh did it to me again! (Josh melakukannya lagi padaku!)
I invited him for a night of karaoke. (Saya mengundangnya untuk semalam berkaraoke.)
He promised to go, but then didn't show up! (Dia berjanji akan pergi, tapi ternyata dia tidak muncul!)
I invited him for a night of karaoke. (Saya mengundangnya untuk semalam berkaraoke.)
He promised to go, but then didn't show up! (Dia berjanji akan pergi, tapi ternyata dia tidak muncul!)
Anna: You should give him a taste of his own medicine. (Kau harus memberikannya a taste of his own medicine)
Next time he invites you to karaoke, say yes, but don't go. (Jika nanti dia memintamu ke karaoke, katakan iya, tapi jangan pergi.)
Jon: I can't do that. I love karaoke. I have to go! (Saya tidak bisa melakukan itu. Saya cinta karaoke. Saya harus pergi!)
Dari
percakapan di atas, ada prase yang dicetak tebal a taste of their own medicine. Apa maksudnya? Apakah memberikan
obat-obatan pada orang lain? Iya, tapi bukan obat dalam bentuk fisik. Melainkan
sebuah tindakan sebagai sebuah pesan (tersirat). Bingung?
Mari kita ambil contoh dalam kasus Jon. Temannya
yang bernama Josh berjanji untuk memenuhi undangannya ke karaoke, tapi ternyata
tidak datang. Anna memberikan saran pada Jon untuk membalasnya sama seperti
yang Josh lakukan. Itulah yang dimaksud dari memberikan a taste of their own medicine.
Sumber:
0 komentar